Berita
Optimalkan Gizi Keluarga, DP2KBP3A Mamasa Gelar Sosialisasi Kampung KB dan Dahsyat di Desa Saluassing
MAMASA – Dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat desa, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Mamasa menggelar kegiatan penguatan Kampung KB dan program Dahsyat (Dapur Sehat Atasi Stunting). Kegiatan ini dilangsungkan di gedung SMA 2 Desa Saluassing, Kecamatan Bambang.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Tim Bidang Keluarga Berencana DP2KBP3A Kabupaten Mamasa, Kepala Desa Saluassing, serta puluhan warga setempat. Turut hadir mengawal jalannya kegiatan, Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Bambang, Hetti, beserta jajaran tim penyuluh yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Pentingnya Edukasi Gizi Berbasis Lokal
Hadir sebagai pemateri, Haris Tjakke Kala, SKM, menekankan bahwa kunci utama dalam menangani masalah gizi bukan hanya pada bantuan pangan, melainkan pada pemahaman keluarga dalam mengelola bahan pangan yang ada di sekitar mereka.
"Melalui program Dahsyat ini, kita ingin masyarakat sadar bahwa gizi yang baik tidak harus mahal. Kita memanfaatkan potensi pangan lokal di Desa Saluassing untuk diolah menjadi menu sehat bagi balita dan ibu hamil. Fokus kita adalah perubahan perilaku dalam pola makan dan pola asuh," ujar Haris dalam materinya.
Komitmen Pemerintah Daerah
Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Mamasa, Cyntia, MM, dalam keterangannya menegaskan bahwa Kampung KB bukan sekadar urusan membatasi kelahiran, melainkan sebuah program integrasi untuk membangun keluarga yang berkualitas dari segala aspek, termasuk kesehatan dan ekonomi.
"Kampung KB adalah miniatur pembangunan yang melibatkan lintas sektor. Kehadiran kami di Desa Saluassing bersama program Dahsyat adalah bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk memastikan tidak ada lagi anak-anak kita yang mengalami gagal tumbuh atau stunting. Kami berharap seluruh stakeholder desa, termasuk peran aktif para penyuluh di bawah koordinasi Ibu Hetti, dapat bersinergi menyukseskan program ini," pungkas Cyntia.
Sinergi dan Keberlanjutan Program
Kehadiran Hetti sebagai Koordinator Penyuluh KB wilayah setempat memperkuat koordinasi antara dinas kabupaten dan pelaksanaan teknis di lapangan. Para penyuluh berperan penting dalam memastikan edukasi mengenai dapur sehat ini dapat dipraktikkan oleh ibu rumah tangga di lingkungan masing-masing secara konsisten.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan diskusi bersama masyarakat mengenai kendala lapangan dan praktik penyusunan menu gizi seimbang. Pihak pemerintah desa menyambut baik inisiatif ini dan berjanji akan terus mengawal keberlanjutan program Kampung KB di wilayah Saluassing demi melahirkan generasi yang sehat dan tangguh.